Kisah pilu anak seorang petani yang lulus menjadi polisi

yosua-sitomurang-18-saat-memeluk-ayahnya-albunus-situmorang_20180807_160932

AdeliaCotaHome – Nasib seseorang memang tak bisa ditebak, seperti halnya Sulaiman Kurdi. Pria berusia 21 tahun ini, berhasil lulus menjadi anggota polisi. Meski terlahir sebagai anak petani yang tergolong tak mampu secara ekonomi.

Sulaiman Kurdi, Selasa (6/3) kemarin berdiri gagah bersama 198 temannya saat mengikuti upacara penutupan pendidikan pembentukan l Brigadir Polri TA 2017/2018 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalsel, Banjarbaru.

Tak ada yang menyangka, bahwa pria asli Kotabaru yang ikut dilantik menjadi bintara tersebut hanyalah seorang anak petani. Yang selama ini bekerja serabutan, karena sadar orangtuanya tak mampu. kemarin, dia diperkenalkan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Brigadir Jendral Polisi Rachmat Mulyana, usai upacara. Sulaiman Kurdi mengaku menghadapi jalan yang berliku untuk bisa menjadi polisi. “Saya tahun 2014 sudah mendaftar dan tidak lulus,” katanya.

Karena tak lulus seleksi, dia memutuskan untuk merantau ke Batulicin, Tanah Bumbu. Di sana anak pasangan Salindri dan Erni ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga. “Sekitar tahun 2016, saya kemudian ke Banjarmasin. Di sana saya berjualan nasi pecel di Pelabuhan Trisakti,” ujarnya. Memasuki tahun 2017, dia mendapatkan kabar bahwa Polda Kalsel kembali membuka pendaftaran pendidikan pembentukan l Brigadir Polri TA 2017/2018. Dirinya pun berencana kembali mendaftar. “Selama proses pendaftaran saya bekerja di Pasar Sudimampir sebagai penjaga toko, untuk mengumpulkan ongkos,” ungkapnya.

Harapannya pun terkabul, dia lolos seleksi dan berhak mengikuti pendidikan selama tujuh bulan. “Alhamdulillah saya lulus dalam pendidikan dan sekarang dilantik menjadi polisi,” katanya.

Dia mengaku tertarik menjadi anggota polisi, lantaran ingin mengangkat derajat orangtuanya. “Ini semua berkat doa kedua orangtua, akhirnya impian saya terkabul,” tuturnya. Sementara itu, Rachmat Mulyana mengatakan, keberhasilan Sulaiman Kurdi menjadi bukti bahwa masuk polisi tak perlu menggunakan uang ataupun menyogok.

“Sulaiman Kurdi sangat membanggakan, ini juga bukti dalam rekrutmen tidak menggunakan uang,” ujarnya. Selain Sulaiman Kurdi, seluruh anggota lain yang baru saja dilantik juga membuat Polda Kalsel bangga. Sebab, nilai akademisi, mental dan fisik mereka sangat baik. Hingga, 20 diantaranya langsung diambil Densus 88. “Perbaikan prestasi ini sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir,”

Dengan kondisi seperti ini IBU Ani siap kalahkan kanker Darah

buani

AdeliaCotaHome – Ibu Ani Yudhoyono masih menjalani perawatan di National University Hospital Singapura. Sudah lebih dari 10 hari, istri Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY), menjalani perawatan intensif kanker darah.

Kondisi Ani Yudhoyono mulai menurun sepulangnya dari tur Sumatera Utara dan Aceh di awal tahun ini. Awalnya, keluarga menduga ibu dua anak ini hanya kelelahan usai melakukan perjalanan darat saat mendampingi SBY menyapa masyarakat di sana.

Namun, hasil pemeriksaan berupa tes darah di RSPAD Gatot Subroto Jakarta menunjukkan bahwa kondisi Ani bukan sekadar kelelahan. Ada tiga elemen darah, yakni leukosit, trombosit, dan hemoglobin menurun. Keluarga pun terkejut dan tidak menduga hal ini.

Mengingat perlu segera dilakukan tindakan pengobatan, tim dokter kepresidenan pun merujuk Ani agar segera dibawa ke National University (NUH) Singapura guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pilihan jatuh pada NUH Singapura karena kumah sakit ini dikenal memiliki teknologi maju dan canggih dalam pengobatan sel darah.

Hasil tes di NUH menunjukkan Ani Yudhoyono memang terkena kanker darah. Lalu, pada 11 Februari lalu hasil tes lanjutan menunjukkan kanker darah cukup agresif, sehingga Ani harus menjalani perawatan intensif.

Tindakan pengobatan pun mulai dilakukan untuk mengobati penyakit kanker darah di tubuh putri Sarwo Edhie ini sejak kemarin.

Putra pertama Ani Yudhoyono dan SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang berada di Singapura memberikan kesempatan wawancara khusus dengan Liputan6.com terkait kondisi kesehatan terkini sang ibu. Berikut wawancara Redaktur Pelaksana Liputan6.com Telni Rusmitantri bersama AHY via Skype:

Gelandang MU mengucapkan terima kasih kepada ‘Profesor Ole’

mun

AdeliaCotaHome – Gelandang Manchester United, Fred, mengaku sempat mengalami masa-masa sulit di Old Trafford. Namun semua permasalahannya langsung hilang begitu ‘Profesor Ole’ alias sang pelatih, Ole Gunnar Solskjaer, datang mengisi kursi kepelatihan.

Fred tiba di Old Trafford pada musim panas kemarin setelah diboyong dari Shakhtar Donetsk dengan harga yang diyakini mencapai 52 juta pounds. Pada masa tersebut, kursi kepelatihan Manchester United masih diasuh oleh Jose Mourinho.

Sayangnya, selama ini, ia tidak diberikan kesempatan unjuk gigi yang mencukupi di lapangan. Berkat itu, ia tercatat bermain sebanyak 12 kali saja di Premier League. Empat pertandingan di antaranya bahkan ia lakoni sebagai pengganti.

Sempat Kesulitan

Di masa Solskjaer, menit bermainnya belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Tapi kemungkinannya, Fred akan lebih sering tampil setelah sukses memberikan performa terbaiknya kala Manchester United menang atas PSG di ajang Liga Champions belum lama ini.

Fred mengakui masa-masa menjadi penghangat bangku cadangan telah membuatnya frustrasi. Namun rasa frustrasi itu tidak membuat dirinya patah arang, justru berbalik menjadi motivasi untuk bangkit dan menunjukkan performa terbaiknya.

“Tentu saja, semuanya terasa sulit untuk saya,” tutur Fred kepada situs resmi klub. “Saya terpinggirkan dari tim dan itu membuat frustrasi, tapi saya tak ingin merasa jatuh juga membuat kepala saya tertunduk,” sambungnya.

Tahu Waktunya akan Datang

Selama menjadi pemain cadangan, Fred percaya bahwa waktu untuk dirinya bersinar di lapangan akan datang. Benar, waktu itu akhirnya datang dalam laga penting seperti kontra PSG yang bisa menentukan masa depan Manchester United di Liga Champions.

“Saya berlatih keras, bekerja keras, dan tahu waktu saya akan datang. Malam Rabu itu telah mewakili momen serta momen penting untuk saya guna memberikan yang terbaik untuk Profesor Ole,” tambahnya.

“Ole, Michael Carrick, dan tim kepelatihan telah berbicara dengan saya, membantu saya untuk mempersiapkan momen ini. Ya. Saya percaya pada hari Rabu itu, saat masuk ke lapangan, saya merasa ini adalah titik balik dan momen penting bagi saya,” lanjutnya lagi.

Meski begitu, Fred tak ingin terbang hingga ke langit ketujuh karena performa apiknya tersebut. “Saya harus terus menapak di tanah. Saya masih harus bekerja keras, kami belum memenangkan apapun,” tutupnya.

Indra Sjafri menguji kemampuan pemain baru dengan uji coba internal

timnas

adeliacotahome – Timnas Indonesia U-23 telah menjalani pemusatan latihan (TC) untuk persiapan menghadapi Kualifikasi Piala AFC U-23 2020 sejak Senin (4/3/2019). Pada TC kali ini, sang pelatih, Indra Sjafri memanggil 30 pemain.

Tujuh di antaranya adalah pemain baru yaitu Mahir Radja, T. M. Ichsan, Kadek Raditya, Feby Eka Putra, serta tiga pemain yang saat ini tengah merumput di luar negeri yakni Egy Maulana Vikri, Ezra Wallian, dan Saddil Ramdani. Namun dari tujuh pemain tersebut, hanya empat nama pertama yang sudah bergabung.

Indra pun berencana menggelar sesi game internal di sela-sela TC, tepatnya pada Sabtu (9/3). Game tersebut untuk menilai penampilan pemain anyar.

“Ya kebugaran mereka sudah kembali, tinggal besok kami Sabtu ada internal game. Kami mau lihat pemain-pemaim yang baru. Apakah mereka masih tetap kami pertahankan atau kami akan langsung degradasi,” ujar Indra usai memimpin latihan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Rabu (6/3).

Latihan Pagi Sore

Sementara itu pada hari ini, Indra menggelar latihan dua kali, yaitu pada pagi dan sore hari. Indra pun memberikan penjelasan.

“Jadi latihan itu, ada namanya periodisasi latihan ya. Dalam satu minggu itu namanya weekly program, saya mau dua kali mau satu kali itu tergantung kebutuhan,” tutur Indra.

“Jadi hari ini kami bikin dua kali, ini ibaratnya ini puncak latihan, besok agak ringan. Besok kami hanya gym dan renang setelah itu kami latihan pagi. Sabtunya baru tinggi lagi internal game,” imbuhnya.

Adapun, Kualifikasi Piala AFC U-23 2020 akan digelar di Vietnam pada 22-26 Maret 2019. Di ajang tersebut, skuat Garuda Muda tergabung di Grup K bersama tuan rumah, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Fans Arsenal tidak terlalu sombong saat mengalahkan MU

fans

adeliacotahome – Unai Emery meminta fans Arsenal untuk mendukung tim dengan respek tinggi dan tidak menghina klub lain pasca kemenangan The Gunners atas Manchester United (2-0) pada laga lanjutan Premier League 2018/19, Minggu (11/3) malam WIB kemarin. Dia tidak mau fans Arsenal merayakan kemenangan tersebut dengan berlebihan.

Kemenangan tersebut memang penting dan mengantarkan Arsenal kembali ke empat besar klasemen sementara. Juga, Arsenal mampu mengakhiri laju 12 laga tanpa kekalahan MU di Premier League.

Sayangnya, kemenangan tersebut dinodai dengan aksi salah satu fans Arsenal yang menerobos lapangan dan menghina Chris Smalling pasca penalti Pierre-Emerick Aubameyang. Insiden inilah yang disayangkan Emery.

Fan tersebut memang akhirnya ditahan polisi, tapi Emery meminta seluruh fans Arsenal untuk bersikap lebih baik.

Respek

Sebagai pelatih, Emery memang tidak bisa mengontrol hal tersebut, tapi dia berharap semua suporter Arsenal bisa menjaga sikap mereka dan merayakan kemenangan dengan sewajarnya.

“Saya tidak menginginkan hal itu [fan menerobos ke lapangan]. Itu berada di luar kontrol saya, saya pikir kami bisa menikmati dukungan mereka, dan hari ini saya kira mereka membantu kami, tapi kami harus melakukan itu dengan respek tinggi,” kata Emery kepada Sky Sports.

“Saya sangat bangga terhadap suporter kami, mereka banyak mendorong kami dan ini adalah kemenangan besar. Mereka menciptakan atmosfer yang masif untuk para pemain kami.”

Sangat Bagus

Lebih lanjut, Emery yakin hanya skuat Arsenal yang layak dipuji atas kemenangan tersebut. Dia mengakui MU memang sedang bagus, tapi Arsenal juga tengah melakoni tren positif di Premier League.

“MU berada dalam momen bagus setelah hasil penting melawan PSG tetapi kami tampil hebat dan kami berada dalam momen apik di Premier League.”

“Berhasil mendapatkan tiga poin dan mencapai posisi bagus untuk target kami adalah torehan yang sangat bagus, dan saya senang untuk para pemain,” tandas Emery.